Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Facebook Ingin Patenkan Kata "Book"

detail berita
ilustrasi (foto : Google)
CALIFORNIA - Facebook kali ini dikabarkan sedang mendaftarkan kata "Face," "Poke," atau "Book." Ketiga kata itu muncul dalam pengajuan revisi Statement of Rights and Responsibilities miliknya.

Diwartakan Cnet, Rabu (28/3/2012), jika revisi tersebut disetujui, maka saat masuk ke dalam akun Facebook, pengguna akan mengisi persetujuan untuk tidak menggunakan kata-kata yang didaftarkan tadi.

Perubahan ini hanyalah sebagian kecil jika dibandingkan dengan daftar istilah yang tidak boleh digunakan dan tercantum dalam Statement of Rights and Responsibilities yang ada sekarang.

"Anda tidak akan menggunakan copyrights atau merek dagang kami (termasuk Facebook, logo Facebook dan F, FB, Face, Poke, Wall serta 32655), atau berbagai markah yang mirip dengannya, tanpa izin tertulis dari kami," tulis Statement of Rights and Responsibilities yang ada saat ini.

Revisi terbaru akan menyertakan kata "Book" dan menghapus "32655", yaitu nomor yang digunakan untuk tujuan pesan teks saat pengguna ingin meng-update status mereka.

Sedangkan menurut situs Ars Technica, Saat ini Facebook telah memiliki 73 merek dagang aktif, yang didaftarkan pada U.S. Patent and Trademark Office. Di antaranya termasuk huruf "F," "Face," "FB," "Wall," "Facepile," dan "Friendfeed."
Read more

Facebook Ciptakan Mesin Pencari?

detail berita
Foto: Telegraph
CALIFORNIA – Facebook kembali membuat gebrakan terbaru dengan menciptakan mesin pencari baru. Mesin pencari ini, nantinya akan membantu orang lebih menavigasi semua yang ada jejaring sosial tersebut.

Facebook telah menempatkan dua lusin teknisi untuk mengerjakan proyek ambisius yang dipimpin oleh mantan teknisi Google, Lars Rasmussen. Menurut sumber yang dirahasiakan, tujuan Facebook dengan proyek ini adalah membantu menyaring jumlah konten di situsnya, seperti update status, artikel, video dan informasi lain di seluruh web yang di ‘like’.

Sejauh ini Facebook tidak melakukan banyak hal untuk memperbaiki atau menghasilkan uang dari mesin pencarinya, yang saat ini memungkinkan orang menemukan pengguna lain, brand, update status dan beberapa hasil web yang lebih banyak melalui kerjasama dengan Bing, mesin pencari Microsoft.

Namun, Facebook belum terlalu memfokuskan perhatiannya pada kotak mesin pencari kecil yang terletak di bagian atas halaman pengguna. Maka jika benar-benar membuat mesin pencari sosialnya sendiri, Facebook akan ikut ‘berburu’ di wilayah Google. Seperti diketahui raksasa internet itu bergerak ke arah yang berlawan dengan meluncurkan jejaring sosial, Google+.

Menurut editor West Coast dari situs teknologi The Next Web, Drew Olanoff, Facebook bisa membuat pengalaman pencarian yang sangat berbeda dari Google dengan menggunakan sejumlah besar data pribadi.

“Dengan daftar, ‘like’ dan koleksi data, Facebook bisa mengizinkan kita melakukan pencarian langsung dengan sekelompok orang yang terbatas,” ujarnya, seperti dilansir dari Telegraph, Sabtu (31/3/2012).

Tapi meski sudah dikabarkan membuat mesin pencari, seorang juru bicara Facebook menolak untuk berkomentar.
Read more

Bos Facebook Bertemu PM Jepang

detail berita
Foto: Reuters
TOKYO – Setelah berkunjung ke China, CEO Facebook, Mark Zuckerberg melanjutkan perjalanannya ke Jepang. Di Negeri Sakura itu, Zuckerberg bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda.

“Rasanya lucu bertemu Anda di sini karena sebelumnya saya telah menonton film Anda,” ujar Noda pada Zuckerberg. Film yang dimaksud Noda adalah ‘The Social Network’, yang tidak menggambarkan sosok pendiri Facebook tersebut.

“Sangat berbeda,” jawab Zuckerberg sambil tertawa. Pria berumur 27 tahun itu tampak berpakaian rapi dengan setelan resmi dan dasi berwarna biru.

Dalam kunjungan Zuckerberg itu, Noda juga menyampaikan rasa terimakasih untuk kontribusi media sosial dalam menjalin komunikasi setelah gempa tahun lalu dan tsunami.

Sementara itu, Zuckerberg pun menekankan tentang komitmen Facebook di Jepang. “Jepang adalah satu-satunya negara di luar Amerika Serikat (AS), di mana kami memiliki kantor engineering karena kami sangat berkomitmen untuk membuat produk yang sangat bagus di sini,” kata Zuckerberg.

Kehadiran Zuckerberg di Jepang ternyata juga sudah dijadwalkan untuk hadir di Mobile Hack Tokyo, sebuah acara untuk pengembang mobile bertemu dengan tim hubungan pengembang Facebook.

Pertumbuhan Facebook di Jepang sempat melambat, namun setelah gempa dan tsunami tahun lalu, penggunanya terus tumbuh dua kali lipat. “Dengan lebih dari 10 juta pengguna Facebook di Jepang, serta komunitas pengembang yang kuat dan pasar ponsel canggih maka Jepang merupakan negara yang penting bagi Facebook,” kata juru bicara Facebook, Debbie Frost, seperti dilansir News Yahoo dari Reuters, Minggu (1/4/2012).

Februari lalu, Facebook meluncurkan ‘Disaster Message Board’ di Jepang yang memudahkan orang-orang mengetahui keadaan satu sama lain selama keadaan darurat dan untuk mencari teman. Facebook kemungkinan juga akan mempertimbangkan meluncurkan layanan serupa di negara yang lain.
Read more