Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan

Kebanggaan Luar Biasa

Foto: Gloria Emanuelle Widjaja/ Image Dynamic
Foto: Gloria Emanuelle Widjaja/ Image Dynamic
JAKARTA – Gloria Emanuelle Widjaja, menyatakan kebanggaannya yang luar biasa. Selain mampu mengharumkan nama bangsa, Gloria juga terharu dengan apresiasi dari PB Djarum, tempatnya meniti kesuksesan.

Raihan tertinggi Gloria pada tahun lalu, adalah menjadi kampiun di nomor ganda campuran, BWF Junior Championship 2011, yang dihelat November lalu. Dalam acara penghargaan kepada para atlet PB Djarum, yang dihelat di Planet Hollywood

Jakarta, Selasa (17/1/2012), Gloria mendapatkan dua penghargaan sekaligus, karena selain menjadi juara BWF Junior, mereka juga menjuarai Kejurnas 2011 di Pekanbaru.

“Bisa menerima penghargaan di waktu yang sama yang berdekatan seperti ini, tentu saya sangat senang dan bukan main bangganya. Saya merasa kerja keras selama latihan dan bertanding, dihargai dan didukung sepenuhnya oleh PB (Djarum),” tutur Gloria.

“Saya yakin, teman-teman atlet yang lain pun merasa demikian. Dengan adanya penghargaan ini, kami juga semakin termotivasi untuk berprestasi lagi ke depannya,” tambah dara berpostur 182 cm tersebut.

Sementara, mantan pebulutangkis nasional yang juga menjadi salah satu pelatih di PB Djarum, Sigit Budiarto, meski mengaku adanya peningkatan dalam generasi baru, Sigit belum merasa puas. Dari semua segi, bagi Sigit, masih banyak yang harus diperbaiki jika ingin terus atau menambah prestasi di tingkat internasional.

“Soal capaian ini, saya merasa belum puas ya, karena kita (PB Djarum) baru mendominasi di level Sirkuit Nasional. Belum nasional maupun internasional,” ungkap mantan pasangan duet Chandra Wijaya itu.

“Masih banyak yang perlu dibenahi lagi. Mudah-mudahan mereka dan yang lain, bisa lebih disiplin lagi, lebih termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih jauh. Saya juga berharap, bisa menambah juara lagi di tingkat internasional. Tidak hanya satu atau dua wakil,” tuntasnya.
Read more

Jangan Jadikan Kepuasan Diri Karna Bonus

Foto: Haryanto Arbi/ Wikipedia
Foto: Haryanto Arbi/ Wikipedia
JAKARTA – Kompensasi bonus, memang hendaknya tidak dijadikan tujuan kepuasan diri, melainkan sebagai alat motivasi agar lebih berkembang lagi. Setidaknya, itulah harapan yang dicanangkan PB Djarum, ketika memberikan sejumlah ‘hadiah’ kepada mereka yang berprestasi.

PB Djarum secara khusus memberikan sejumlah bonus, berupa uang dan voucher, kepada para anak-anak asuhan PB Djarum, yang beprestasi di event-event nasional dan internasional dan memang, yang menjadi tujuan utama adalah mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di kancah internasional.

Dengan apresiasi kepada para atlet-atlet yang mengharumkan nama bangsa, setidaknya itulah bukti nyata dari PB Djarum, yang memang berkomitmen, untuk membali mengangkat sukses bulutangkis Indonesia.

“Apa yang kami lakukan adalah suatu komitmen berkelanjutan kepada bulutangkis nasional. Kami pun mengajak siapa saja, untuk bisa bahu-membahu membangun kembali bulutangkis nasional,” ujar Fung Permadi, perwakilan PB Djarum, dalam acara penghargaan PB Djarum di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

“Tujuan pemberian penghargaan dan apresiasi ini, sebagai alat motivasi mereka agar lebih berprestasi lagi. Dengan pemberian voucher dan apresiasi berupa tabungan ini, kami juga ingin mendidik mereka dari segi finansial, agar ke depannya sudah mengerti, bagaimana mengatur keuangan mereka sendiri,” tambahnya.

Legenda bulutangkis Indonesia, Haryanto Arbi yang juga turut hadir, berpesan, agar penghargaan ini, tidak menjadi tolok ukur kepuasan prestasi.

“Kepada para atlet yang mendapatkan apresiasi ini, janganlah berpuas diri. Jadikan penghargaan yang kalian terima, sebagai motivasi agar lebih berprestasi. Ke depannya, jangan pikirkan hadiah yang akan kalian terima, karena prestasi lebih jauh, menjadi tujuan utama,” tuturnya.

“Sementara, bagi kalian yang belum bisa mendapatkannya, jadikan rekan-rekan kalian yang berhasil ini, agar lebih giat lagi dan bisa menyamai level mereka,” pungkas Arbi.
Read more

Bukti Kepedulian & Apresiasi PB Djarum

Foto: Fransiska Ratnasari, atlet PB Djarum yang mendapat bonus (PB Djarum)
Foto: Fransiska Ratnasari, atlet PB Djarum yang mendapat bonus (PB Djarum)
JAKARTA - Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, tak menutup mata atas capaian anak-anak asuhnya di berbagai kancah kompetisi Bulutangkis. ‘Nah’, sebagai bukti bahwa mereka peduli dan menghargai prestasi para pebulutangkis muda Indonesia yang bernaung di bawah payung PB Djarum, limpahan bonus jutaan rupiah, mengucur ke kantong mereka.

Memang, sudah semestinya limpahan bonus itu mengalir dari PB Djarum, wadah sebagian besar para pebulutangkis senior maupun junior, meniti awal karier mereka. PB Djarum pun tak segan menggelontorkan total hadiah uang sebesar Rp.175 juta, atas prestasi yang di bawa pulang Gloria Emmanuele cs ke tanah air, selama tahun 2011 kemarin.

“Sepanjang tahun 2011 kemarin, kami melihat banyak sekali atlet PB Djarum yang prestasinya meningkat pesat. Tidak hanya menjuarai kompetisi dalam negeri, tapi juga di kompetisi internasional. Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kami untuk kerja keras dan pencapaian mereka,” tutur Yoppi Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Dalam  acara yang digelar PB Djarum di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (17/1/2012), selain memberikan penghargaan kepada para atlet PB Djarum yang berprestasi di ajang sirkuit nasional (sirnas), tak ketinggalan, duet masa depan pendekar raket Indonesia, Edi Subaktiar dan Gloria Emmanuel, yang menjadi juara di ajang BWF Junior Championships 2011, November silam, pada nomor ganda campuran.

Para Atlet PB Djarum  yang berprestasi di Djarum Sirnas 2011, menerima total penghargaan senilai Rp44.320.000,’-. Selain itu mereka juga menerima tambahan Rp25.000.0000,’ karena juga menjadi yang terbaik di antara pebulutangkis PB Djarum selama tahun 2011.

Rincian penerima apresiasi dan penghargaan PB Djarum:
-Edi Subaktiar/Gloria Emmanuel Widjaja, juara di Kejurnas Pekanbaru 2011, menerima apresasi sebesar Rp18.000.000,-

-Sigid Sudrajad/Kenas Adi Haryanto, duet ganda putra juara di Kejurnas Pekanbaru 2011, menerima bonus sebesar Rp18.000.000,-

-Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto, juara ganda putra Vietnam International Challenge 2011, menerima apresiasi, Rp40.000.000,-

-Fransiska Ratnasari, juara tunggal putri Russian White Nights International Challenge 2011, menerima bonus sebesar Rp30.000.000,-
Read more