Sahabat ...
Home
Posts filed under Peta Mudik
Tampilkan postingan dengan label Peta Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peta Mudik. Tampilkan semua postingan
Read more
Download Peta Mudik
Peta Untuk ponsel Lembaran kertas peta dapat dilihat secara digital melalui ponsel Anda. Sayangnya hanya dapat digunakan di ponsel SonyEricsson. Untuk ponsel lain belum dicoba apakah bisa berjalan atau tidak.
Penggunaan :
- Tombol 3 untuk zoom out
- Tombol 5 untuk zoom maksimal
- Tombol 1 untuk zoom in
- Tombol 2,4,6,8 untuk menggeser peta
- Tombol * untuk fullscreen
- Tombol # untuk berpindah ke posisi yang telah disimpan
Download:
- Peta Mudik – Departemen Perhubungan (2,7 mega)
- Peta Mudik – Cybermap (3 Mega)
- Peta Yogyakarta (1,8 mega)
Mirornya:
- Peta Mudik – Departemen Perhubungan (2,7 mega)
- Peta Mudik – Cybermap (3 Mega)
- Peta Yogyakarta (1,8 mega)
Peta Untuk Dicetak
Download Peta Aslinya. Klik kanan di gambar kemudian Save as.
Aplikasi Peta Mudik Interaktif
Sebuah aplikasi berbasis animasi flash yang bisa dijalankan secara online maupun diunduh ke komputer Anda. Aplikasi peta untuk pulau Jawa ini buatan dari Tempointeraktif.com.
Sumber :
Tidak Jadi Mencuri Terung, lalu Allah Karuniakan Untuknya Seorang Isteri
Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.
Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanana ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi semacam ini.
Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan sesorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan diatas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.
Rumah-rumah dimasa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah berada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada disitu. Dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Lalu dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berkata, 'A'udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid , pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?' Dia merasa bahwa ini adalah kesalahn besar, lalu dia menyesal dan beristigfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat memahami apa yang dia dengar.
Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tidak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggilah ia dan syaikh itu bertanya, 'Apakah kamu sudah menikah?', dijawab, 'Belum,'. Syaikh itu bertanya lagi, 'Apakah kau ingin menikah?'. Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, 'Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?'. Syaikh itu menjawab, 'Wanita ini datang membawa khabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin', kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokkan. Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, 'Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya? Pemuda itu menjawab 'Ya'. Kemudian Syaikh bertanya kepada wanita itu, 'Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?', ia menjawab 'Ya'. Maka Syaikh itu mendatangkan pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, 'peganglah tangan isterimu!' Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya. Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.
Sang isteri bertanya, 'Kau ingin makan?' 'Ya' jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci didapurnya. Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: 'heran siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!'. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, 'Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu.
Diceritakan oleh : Syaikh Ali Ath-Thanthawi
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Concept that is applied in that way. Motor can be used for daily use or daily. If force must be used motorcycles, So i not fear bother...
-
Kata Kata Gombal . ngegombal memang tidak baik?. eit jangan salah sebagian orang suka digombalin apalagi orang orang yang biasanya su...
-
Video porno yang di lakukan siswi MTs Bogor bikih heboh warga, siswi yang berinisial R ini beradegan panas selayaknya pasangan suami istr...
-
Download jcow4.2.1 Cara intalasi atau pemasangan jcow Berikut contoh cara instalasi jcow, sebagai contoh disini memakai hosting gratis dari...
Select Category
Info Dewasa
(32)
gayahidup
(23)
Komputer Internet
(22)
Patah Hati
(22)
Komputer Dan Internet
(17)
Muslim Info
(17)
News
(16)
berita
(12)
Bola
(11)
Internet
(11)
Teknologi
(9)
Info Alam
(8)
kesehatan
(8)
Dunia Islam
(5)
lirik lagu
(5)
F1
(4)
Info Blora
(4)
Badminton
(3)
lirik
(3)
celebrity
(2)
Inspirasi
(1)
Property
(1)
Cloud Labels
Badminton
berita
bisnis
blog
Bola
celebrity
Ceramah
Desain
Dunia Islam
F1
facebook
gayahidup
Info Alam
Info Blora
Info Dewasa
Inspirasi
Internet
kesehatan
Komputer Dan Internet
Komputer Internet
lirik
lirik lagu
Motto GP
musik
Muslim Info
News
Olah Raga
Otomotif
Patah Hati
Peta Mudik
photo
Property
sport
tekno
Teknologi
Tentang AC
travel
TV Online
Video Clip